PENGANTAR AKUNTANSI 1
Nama Kelompok :
1. Ruri Widiyasari 161011250274
2. Shifa Rosmawati 161011250348
Semester 1
PENGERTIAN
Akuntansi merupakan seni peralatan, penggolongan atau penhklarifikasian, pengikhtisiaran serta pelaporan suatu transaksi yang sistematis sehingga membentuk suatu laporan keuangan
Tujuan akuntansi:
1. Untuk mengetahui laba atau rugi
2. Untuk mengetahui kekayaan akuntansi
Laporan Arus Kas:
Terdiri 3 sumber:
1. Arus kas operasasi
Siklus Akuntansi (Accounting Cycle):
Tahapan - tahapan kegiatan dalam proses pencatatan dan pelaporan akuntansi,
mulai dari terjadinya transaksi sampai dengan di buatnya laporan keuangan.
Siklus Akuntansi
(Transaksi ➡ bukti ➡ jurnal ➡ buku besar ➡ neraca saldo ➡ neraca percobaan ➡ neraca lajur ➡ laporan keuangan)
TRANSAKSI, PERKIRAAN, JURNAL, BUKU BESAR DAN NERACA SALDO
Pengertian Transaksi (Transaction)
Transaksi adalah : suatu perubahan yang menyangkut ketiga unsur pokok
persamaan akuntansi (aktiva, utang, &modal)
Persamaan akuntansi (Accounting Equation): H = U + M
Bukti Transaksi ( Transaction Document) :
Setiap transaksi perlu adanya bukti untuk memastikan keabsahan transaksi
yang dicatat.
Macamnya : Bukti Pengeluaran Uang (Struk Cek, Kuitansi).
Bukti Penerimaan Uang (Kuitansi)
Bukti Jurnal (Journal Voucher)
Bukti Transaksi lain secara kredit (Faktur)
Perkiraan/Rekening atau Akun/Account
Adalah : formulir khusus yang digunakan untuk mencatat dan
menggolongkan transaksi sejenis.
Bentuk-bentuk Rekening :
Bentuk T (T account)
Bentuk 2 kolom (Two Column Account)
Bentuk 3 kolom ( Three Column Account)
Bentuk 4 kolom (Balance/four Column Account)
Penggolongan Rekening :
1. Aktiva ( Asset) 4.
Pendapatan (Revenue)
2. Utang (Liabilities) 5. Biaya ( Expense; Cost)
3. Modal (Capital) 6. Prive
(Drawing)
Aturan debet kredit
NamaRek. Bertambah Berkurang Saldo
Normal(Normal Balance)
Aktiva D K D
Utang K D K
Modal K D K
Pendapatan K D K
Biaya D K D
Prive D K D
AKTIVA = PASIVA
Rumus : A = U + M
A = AKTIVA (asset)
U = UTANG (liabilities)
M = MODAL (capital)
Jurnal (Journal)
Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi yang dilakukan secara
kronologis (berdasarkan urutan waktu terjadinya) dengan menunjukkan rekening
yang di debet dan di kredit
beserta jumlah rupiah masing-masing.
Buku Besar (Ledger)
Buku Besar adalah : alat untuk menggolongkan rekening-rekening
sejenis yang ada buku jurnal dan disusun secarasistematis sehingga dapat
diketahui saldo terakhir dari tiap-tiap rekening tersebut (disebut saldo
normal)
Neraca Saldo (Trial Balance)
Neraca Saldo adalah : suatu daftar saldo rekening yang terdapat di
buku besar.
Ayat Jurnal Penyesuaian (Adjusting Journal Entry)
Yaitu ayat jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan saldo-saldo rekening yang
ada di Neraca Saldo menjadi yang saldo yang “sebenarnya” sampai dengan akhir
periode akuntansi
Tujuan
Untuk mengoreksi perkiraan-perkiraan yg ada shg mencerminkan keadaan
aktiva, utang, modal, pendapatan, dan biaya yang sebenarnya.
Macam-macam penyesuaian
Keadaan dimana suatu transaksi sudah terjadi tetapi informasi tersebut
belum dicatat dalam perkiraan ybs Transaksi yang sudah dicatat dalam perkiraan yang
bersangkutan tetapi saldo perkiraan masih harus disesuaikan agar dapat
disajikan dalam jumlah yang benar.
Hal-hal yang perlu disesuaikan :
Hal-hal yang perlu disesuaikan :
1. Biaya Dibayar Dimuka ( Prepaid Expense)
Dilakukan dengan 2 cara :
a. Dicatat sebagai persekot biaya
b. Dicatat sebagai biaya
2. Pendapatan Diterima Dimuka (Unearned revenues)
Dilakukan dengan 2 cara :
a. Diakui sebagai utang
b. Diakui sebagai pendapatan
3. Biaya yang masih harus dibayar (Accrued Expense)
4. Pendapatan yg masih hrs diterima (Accrued Revenues)
5. Penyusutan aktiva tetap (Depreciation)
6. Kerugian piutang ( Bad Debt Expense)
Definisi Neraca Lajur
Suatu kertas / daftar yang digunakan untuk mencatat, menyesuaikan dan
menggolongkan semua rekening yang ada di Neraca Saldo dan dibuat pada saat
perusahaan akan menyusun laporan keuangan.
Tujuan Neraca Lajur
- Mempermudah penyusunan Laporan Keuangan
- Membantu menghindari kesalahan-kesalahan yg mungkin terjadi pada saat pembuatan ayat-ayat penyesuaian.
- Memungkinkan penyesuaian laporan keuangan sementara tanpa harus menyelenggarakan jurnal penyesuaian secara formal.
Proses penyusunan
- Memasukan saldo-saldo rekening buku besar kedalam kolom-kolom neraca saldo pada formulir neraca lajur.
- Memasukkan ayat jurnal penyesuaian ke dalam kolom-kolom penyesuaian.
- Mengisi kolom-kolom neraca saldo setelah disesuaikan.
- Memindahkan jumlah-jumlah didalam kolom-kolom neraca saldo setelah disesuaikan ke dalam kolom R/L dan neraca.
- Menjumlahkan kolom-kolom R/L dan kolom-kolom neraca serta memasukkan angka laba bersih/ rugi bersih sebagai angka pengimbang ke dalam kedua pasang kolom diatas, dan sekali lagi menjumlahkan kolom tsb.
Laporan Keuangan (Financial Statement) yaitu Laporan yg
meliputi Neraca, Laporan L/R, Laporan Perubahan Posisi Keuangan (yg dpt
disajikan dlm berbagai cara,seperti : laporan arus kas atau laporan arus dana)
Catatan & laporan lain serta materi penjelasan yg merupakan bagian
integral dari Lap. Keuangan
Bentuk-bentuk Laporan Keuangan
1. Laporan Laba/Rugi ( Income Statement)
Laporan keuangan yg menggambarkan kinerja perusahaan untuk memperoleh laba
dalam suatu periode tertentu, yang meliputi Penghasilan (Income) dan Beban
(Expenses) Bentuk Laporan L/R:
a. Laporan L/R Bertahap ( Multiple Step )
Yaitu suatu bentuk Laporan Laba Rugi, dimana ada pemisahan antara
Pendapatan usaha atau biaya usaha dengan pendapatan atau biaya diluar usaha.
b. Laporan Rugi / Laba Satu Tahap ( Single Step )
Yaitu suatu bentuk Laporan Laba Rugi, dimana tidak ada pemisahan antara
Pendapatan usaha atau biaya usaha dengan pendapatan atau biaya diluar usaha
Catatan : Laporan Rugi / Laba perusahaan jasa bentuknya single step.
2. Laporan Perubahan Modal (Capital Statement)
Laporan keuangan yg menyajikan informasi mengenai perubahan modal
perusahaan krn operasi perusahaan pada suatu periode akuntansi tertentu.
3. Neraca (Balance Sheet)
Yaitu Laporan keuangan yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan, yang
meliputi aktiva, kewajiban dan ekuitas suatu unit usaha pada saat tertentu
Bentuk Neraca :
a. Bentuk Skontro
b. Bentuk Staffel
Tahap Akhir Penyusunan Laporan Keuangan Perusahaan Jasa
1.Jurnal Penutup(Closing entry) adalah jurnal yang
dibuat pada akhir tahun untuk menutup
semua rekening yang bersifat sementara
Rekening sementara adalah rekening-rekening yang hanya berlaku untuk satu
periode akuntansi, meliputi semua rekening yang dicantumkan di Laba Rugi &
Prive
Tujuan Jurnal Penutup
a. Untuk menutup saldo
yang terdapat dalam semua rekening sementara
b. Agar saldo rekening modal menunjukkan
jumlah yang sesuai dengan keadaan pada akhir periode.
Proses Penutupan Buku
a. Menutup semua rek. pendapatan ke rekening Ikhtisar L/R(Income Summary)
Pendapatan xx
Ikhtisar L/R xx
b. Menutup semua rekening biaya ke rekening L/R
Ikhtisar L/R xx
Biaya-biaya xx
c. Menutup rekening R/L ke rekening Modal(Capital)
i. Jika perusahaan memperoleh Laba
Ikhtisar L/R xx
Modal xx
ii. Jika perusahaan memperoleh Rugi
Modal xx
Ikhtisar L/R xx
d. Menutup rekening Prive(Drawing) ke rekening modal
Modal xx
Prive xx
2. Neraca Saldo Setelah Penutupan Buku (Post Closing
Trial Balance) yaitu suatu bentuk neraca saldo yang digunakan untuk memuat
semua rekening yang tidak mengalami penutupan buku
3. Jurnal Penyesuaian Kembali / Jurnal Pembalik(Reversing Entries)
adalah Jurnal yang dibuat pada awal tahun untuk menyesuaikan kembali AJP
yang pernah dibuat pada akhir tahun periode sebelumnya,selama berhubungan
dengan penerimaan atau pengeluaran kas pada periode yang akan datang.
Tujuan dibuatnya jurnal pembalik yaitu Untuk menyederhanakan pembuatan
jurnal yang bersangkutan pada tahun berikutnya.Pada dasarnya ada 2 macam jurnal
penyesuaian yang
memerlukan jurnal balik yaitu :
a. Biaya yang masih harus dibayar
b. Pendapatan masih harus diterima
Laporan Arus Kas:
Terdiri 3 sumber:
1. Arus kas operasasi
Penerimaan dari pendapatan xxx
Pengeluaran biaya - biaya operasional ( xxx ) +
Total kas operasi xxx
2. Arus kas Investasi
Pembelian aktiva tetap ( xxx )
Penjualan aktiva tetap xxx +
Total kas investasi xxx
3. Arus kas pendanaan atau pembelanjaan
Setoran modal xxx
Penerimaan barang xxx
Pembayaran utang ( xxx ) +
Total kas pedanaan xxx
( C.A.L.K ) Atau Catatan Atas Laporan Keuangan
merupakan laporan yang memberikan informasi penjelasan dari masing - masing perkiraan
KONSEP DASAR AKUNTANSI
( Akuntansi, Tujuan dan Fungsi )
1. Pengertian Akuntansi
Akuntansi (menurut A.A.A)
Akuntansi (menurut A.A.A)
Akuntansi adalah proses mengidentifikasikan,mengukur dan
melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan
yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.
2. Kegunaan informasi Akuntansi :
Pengambilan keputusan dan pertanggung jawaban
3. Menjelaskan pemakaian informasi
Terdapat 2 golongan yaitu :
2. Kegunaan informasi Akuntansi :
Pengambilan keputusan dan pertanggung jawaban
3. Menjelaskan pemakaian informasi
Terdapat 2 golongan yaitu :
- Pemakaian informasi yang berhubungan langsung dengan perusahaan ( Contoh: Pemilik dan calon pemilik, kreditur dan calon kreditur, management, karyawan dan calon karyawan, dan pemerintah )
- Pemamakaian informasi yang tidak berhubungan langsung dengan perusahaan
( Contoh : Konsultan = konsultan pajak, KAP )
4. Menjelaskan Akuntan dan bidang akuntansi
- Akuntan publik : akuntan independent yang memberikan jasa atas dasar permbayaran sejumlah uang tertentu.
- Akuntan management : akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan, organisasi atau direktoral jendral pajak
- Akuntan pemerintah : akuntan yang bekerja dalam pemerintahan ( contoh : BPK, BPKP )
- Akuntan pendidik : akuntan yang bekerja di bidang pendidikan akuntansi seperti mengajar, pembuat kurikulum akuntansi kemudian melakukan penelitian dibidang akuntansi.
- Penyusunan sistem akuntansi
- Penyusunan laporan akuntansi kepada pihak intern atau ektern
- Penyusunan anggaran menangani perpajakan dan melakukan pemeriksaan intern.
- Akuntansi umum/keuangan : bidang akuntansi yang secara menyeluruh mencangkup fungsi pencatatan transaksi serta menyusun laporan keuangan dari catatan transaksi.
- Akuntansi Management : menggunakan data historis maupun dari tafsiran untuk membantu management dalam operasional
- Akuntansi Pemeritahan : merupakan bidang khusu akuntansi yang dipergunakan oleh lembaga pemerintahan
- Akuntansi biaya : bidang khusus akuntansi yang mencatat, menghitung, menganalisis, mengatasi dan melaporkan kepada management masalah yang berhubungan dengan biaya serta produksi
- Akuntansi non profit/ nirlaba : Akuntansi yang mengkhususkan diri pada masalah pencatatan dan pelaporan transaksi dari unit pemerintah serta organisasi nirlaba lainnya (Contoh ; yayasan, lembaga amal, lembaga keagamaa, lembaga' pendidikan )
- Akuntansi auditing : pemeriksaan akuntan bidang akuntansi yang memiliki ktivitas melakukan pemeriksaan secara bebas atas laporan keuangan perusahaan.
Jenis-jenis Perusahaan
Perusahaan Jasa (Service Firm)
Perusahaan Dagang (Merchandising Firm)
Perusahaan Industri (Manufacturing Firm)
Konsep Dasar Akuntansi ( Accounting Concept)
1. Berkesinambungan ( Going Concern)
Adalah suatu kesatuan ekonomi diasumsikan akan terus melanjutkan usahanya
dan tidak akan
dibubarkan kecuali bila ada bukti dan sebaliknya.
2. Periode Akuntansi ( Periodicity)
Maksudnya bahwa perlunya pembagian kegiatan dlm periode sehingga
perkembangan perusahaan dapat dicatat secara periodik. Perlunya informasi
akuntansi secara periodik untuk perencanaan perusahaan.
3. Kesatuan Akuntansi ( Business Entity Concept )
Adanya pemisahan perusahaan dari pemilik.
4. Pengukuran dalam nilai uang (Money as unit of Measurement)
Akuntansi keuangan menggunakan uang sebagai nilai nominal dalam pengukuran
aktiva, utang dan perubahannya.
5. Harga Pertukaran (Historical cost)
Akuntansi mengasumsikan bahwa harga yang disetujui pada saat terjadinya
suatu transaksi
ditentukan secara obyektive oleh pihak-pihak yang bersangkutan didukung
oleh bukti yang dapat
diperiksa kelayakannya oleh pihak bebas (netral)dan karenanya merupakan
dasar paling tepat untuk pencatatan akuntansi.
6. Penetapan beban dan pendapatan (Matching Cost Againts Revenue)
Laba ditentukan berdasarkan metode akrual yakni dikaitkan dengan pengukuran
aktiva dan
kewajiban serta perubahannya pada saat terjadinya penentuan laba periodik
pada dasarnya
menyangkut 2 masalah yaitu pengakuan pendapatan selama periode dan
penentuan beban
yang terjadi sehubungan dengan usaha untuk menghasilkan pendapatan
tersebut.
Pengertian Perusahaan Dagang (Merchandising Firm)
Adalah perusahaan yang kegiatan usahanya membeli dan menjual barang
dagangan tanpa melakukan perubahan apapun
Dalam proses pencatatan transaksi di perusahaan dagang pada umumnya
menggunakan Jurnal Khusus.
Jurnal Khusus yaitu Jurnal yang digunakan khusus untuk
mencatat transaksi yang sejenis.
Ada 4 macam jurnal khusus yaitu :
1. Jurnal Penjualan (Sales
Journal)yaitu Jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat penjualan barang dagang
dengan syarat kredit yaitu penjualan yang menimbulkan hak tagihan kepada
pelanggan.
2. Jurnal Pembelian (Purchasing
Journal) yaitu Jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat pembelian barang dagang
dengan syarat kredit yakni pembelian yang menimbulkan hutang kepada pemasok,
serta pembelian kredit selain barang dagang.
3. Jurnal Penerimaan
Kas (Cash Receipt Journal) yaitu Jurnal khusus yang
digunakan untuk mencatat seluruh penerimaan kas baik dari debitur, bunga, sewa,
penjualan tunai, dll.
4. Jurnal Pengeluaran
Kas ( Cash Disbursement Journal) yaitu Jurnal khusus yang
digunakan untuk mencatat pengeluaran kas, baik untuk membayar utang kepada
pemasok, gaji pegawai, pembelian tunai, dll.
Rekapitulasi Jurnal Khusus
Untuk memindahkan dari jurnal khusus ke dalam buku besar,sebaiknya di buat
terlebih dahulu rekapitulasi.
Rekapitulasi adalah penjumlahan secara global
angka-angka dalam kolom dari masing-masing jurnal khusus serta menetapkan
kelompok yang di debet atau yang di kredit.
Tujuan pembuatan rekapitulasi
1. Mempermudah pemindahbukuan dari jurnal khusus ke dalam buku besar
2. Menentukan jumlah-jumlah yang harus diposting
3. Menghindari kesalahan dari jumlah yang diposting
4. Menjamin kebenaran nama akun yang diposting
Laporan Posisi Keuangan
Merupakan Sumber ekonomi kekayaan asset suatu perusahaan. (Laporan Neraca)
Aktiva Lancar. Aktiva Tetap
-Kas -Tanah
-Piutang -Kendaraan
-Persediaan -Mesin
Total Aktiva Lancar (xxx) -Gedung
-Piutang -Kendaraan
-Persediaan -Mesin
Total Aktiva Lancar (xxx) -Gedung
Total Aktiva Tetap (xxx)
Passiva
Hutang Lancar
-Hutang Dagang
-Pendapatan dibayar dimuka
-Hutang Wesel
Total Hutang Lancar(xxx)
Hutang Jangka Panjang
-Modal Saham
-Laba Tahun Lalu
-Laba Tahun Berjalan
Total Hutang Jangka Panjang (xxx)
Total Modal
Total Passiva ( xxx )
Passiva
Hutang Lancar
-Hutang Dagang
-Pendapatan dibayar dimuka
-Hutang Wesel
Total Hutang Lancar(xxx)
Hutang Jangka Panjang
-Modal Saham
-Laba Tahun Lalu
-Laba Tahun Berjalan
Total Hutang Jangka Panjang (xxx)
Total Modal
Total Passiva ( xxx )
// Posisi Nominal //
Debet Kredit
Naik = +Debet Naik = +Kredit
Turun = - Kredit Turun = -Debet
Debet Kredit
Naik = +Debet Naik = +Kredit
Turun = - Kredit Turun = -Debet
Contoh Soal
Aktiva
1. Tn. A membayar piutang kepada Pt. B sejumlah Rp. 1000.000,00
2. Pt. B memberi sejumlah kendaraan senilai Rp. 300.000.000,00
Jawab.
Aktiva
1. Tn. A membayar piutang kepada Pt. B sejumlah Rp. 1000.000,00
2. Pt. B memberi sejumlah kendaraan senilai Rp. 300.000.000,00
Jawab.
1.)Kas Rp. 1000.000,00 (D)
Piutang Rp. 1000.000,00 (K)
2.)Kendaraan Rp. 300.000.000,00 (D)
Kas Rp. 300.000.000,00 (K)
Passiva
1. Pt. B meminjam uang kepada Bank ABC sebesar Rp. 500.000.000,00
2. Pt. B membayar hutang kepada Bank ABC sebesar Rp. 300.000.000,00
Jawab
1.) Kas Rp. 500.000.000,00 (D)
Hutang Bank Rp. 500.000.000,00 (K)
2.) Hutang Bank Rp. 300.000.000,00 (D)
Kas Rp. 300.000.000,00 (K)
2.)Kendaraan Rp. 300.000.000,00 (D)
Kas Rp. 300.000.000,00 (K)
Passiva
1. Pt. B meminjam uang kepada Bank ABC sebesar Rp. 500.000.000,00
2. Pt. B membayar hutang kepada Bank ABC sebesar Rp. 300.000.000,00
Jawab
1.) Kas Rp. 500.000.000,00 (D)
Hutang Bank Rp. 500.000.000,00 (K)
2.) Hutang Bank Rp. 300.000.000,00 (D)
Kas Rp. 300.000.000,00 (K)
(Hutang Passiva) Pendapatan
+Kredit = Kenaikan
-Debit. = Pengurangan
Aktiva (Biaya)
+Debit = Kenaikan
-Kredit = Pengurangan
Pendapatan> Biaya = Laba
Pendapatan< Biaya = Rugi
Laba / Rugi
Debit
Pendapatan = Penurunan (-)
Biaya. = Kenaikan (+)
Kredit
Pendapatan = Kenaikan (+)
Biaya. = Penurunan(-)
Contoh
*PT. B menerima hasil penjualan Rp. 1000.000,00
Jawab
// Kas Rp. 1000.000,00 (D)
Penjualan Rp. 1000.000,00 (K)
Biaya. = Kenaikan (+)
Kredit
Pendapatan = Kenaikan (+)
Biaya. = Penurunan(-)
Contoh
*PT. B menerima hasil penjualan Rp. 1000.000,00
Jawab
// Kas Rp. 1000.000,00 (D)
Penjualan Rp. 1000.000,00 (K)
*PT. B membayar gaji kepada karyawan sebesar Rp. 10.000.000,00
Jawab
//Beban Gaji Rp. 10.000.000,00(D)
Kas Rp. 10.000.000,00(K)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar